Showing posts with label Pengetahuan Ringan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Ringan. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Sunday, March 29, 2015

Saturday, March 28, 2015

Empat Unsur Penting Pencarian Jati Diri: Unsur FISIK, AKAL, JIWA dan NAFSU

Empat (4) unsur penting pencarian jati diri: unsur FISIK, AKAL, JIWA dan NAFSU.
Dua pertama diajarkan sekolah-sekolah formal di Indonesia.

Baca kisahnya Keluarga sakinah!

Saturday, October 5, 2013

Kenapa Cewek Keturunan Arab Jarang Kawin Dengan Pribumi

By pysiduck ►
Gini gan kebetulan kan ane termasuk cowok keturunan arab nih. Ane coba menjawab pertanyaan agan dan menjelaskan menurut sepengetahuan ane (SARA) ya gan. Soalnya ane baca-baca banyak yang salah faham mengenai persoalan ini.

1. Kebanyakan warga keturunan arab menggunakan sistem garis keturunan partilinear, dimana nama belakang dari anak yang dibawa adalah nama ayahnya (keluarga ayahnya) dan sistem ini sebenernya adalah sistem Islam bukan sekedar kebudayaan kami. Jadi walaupun seorang perempuan sudah menikah hukumnya haram memakai nama belakang suaminya, dia tetap menggunakan nama belakang ayah. Tetapi anak yang dilahirkannya kelak akan memakai nama belakang suaminya. Kadang ini yg jadi pertimbangan seorang ayah untuk melepas anak perempunnya menikah dengan seorang berketurunan lain, karena cucunya kelak tdk akan membawa nama keluarganya.

2. Kebiasaan orang arab gan, mereka sangat suka sekali menanyakan anda dari fam (nama keluarga) mana? Fam disini bukan semacam kasta gan (karena kami tidak mengenal kasta) tetapi ditujukan buat mengetahui silsilah keluarga yg gunakanya untuk ta'aruf (saling mengenal) entah itu mungkin kakek buyut kita atau sodara-sodara yg mungkin masih kerabat, karena keluarga merupakan hal yang penting bagi kami. Kebanyakan dari kami dekat sekali hubungan keluarganya, bahkan harus tau lah minimal sampe kakek buyut tau namanya.

3. Kebiasaan kakek-kakek kami yg mungkin masih berlanjut sampe sekarang, suka menjodohkan antara anak-anaknya atau cucu-cucunya. Kadang bahkan dijodohkan keluarga dekat (bukan mahrom gan) seperti dijodohkan dengan cucu dari adiknya nenek atau kakek. Hal ini dilakukan juga berdasarkan persetujuan anak tersebut gan, bukan paksaan. Manfaatnya, paling tidak kita sudah tau akhlak (perilaku) anak tersebut, dan menjaga eksistensi fam tersebut jika mungkin tidak ada anak laki-laki dalam keluarga tersebut.

Kesimpulannya: Pernikahan itu adalah ijab (perjanjian) perlimpahan tanggung jawab dari ayah kepada suami, jadi bukan sesuatu yang remeh bagi seorang ayah. Sehingga masing-masing orang tua mempunyai pertimbangannya sendiri-sendiri dalam melepas anak perempuannya. Bukan masalah keturunannya gan namun lebih kepada akidah dan akhlaq orang tersebut.

Selengkapnya Kaskus.
Patut dibaca

Friday, May 24, 2013

(Opini) e-KTP, Kelemahan dan Harapan: Berkaca pada Swedia

Stockholm - Terlepas dari polemik untuk sisi teknologinya, isu apakah e-KTP dapat difoto copy atau tidak atau sangkaan korupsi dananya, ada hal lain tak kalah penting yang melekat pada e-KTP tersebut yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tentang NIK ini jarang dibahas dan nampaknya belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Meskipun ada suara skeptis mengenai dana proyek ini, pengadaan sistem single identity number (SIN) ini memang sebuah terobasan baru yang jika dapat diimplementasikan dengan benar maka dipastikan akan menguntungkan rakyat.

NIK

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, NIK adalah nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup dan selamanya.

NIK ini ditentukan dan dikelola oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dari Kementerian Dalam Negeri.

NIK terdiri dari 16 digit di mana 6 digit pertama adalah informasi mengenai tempat di mana NIK diterbitkan (2 digit kode provinsi, 2 digit kode kota/kabupaten, dan 2 digit kode kecamatan).

Enam digit selanjutnya merupakan tanggal lahir dalam format tanggal bulan tahun (untuk wanita tanggal ditambah 40). Sedangkan 4 digit terakhir merupakan nomor urut yang dimulai dari 0001.

NIK diharapkan akan tercantum setiap Dokumen Kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan KTP, paspor, SIM, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, dan penerbitan dokumen identitas lainnya (1).

Salah satu prinsip dari single identity number yang ideal adalah harus unik dan khas dan tidak tergantung pada atribut dari pemilik yang berubah. Yang menjadi permasalahan dalam NIK saat ini adalah 6 digit awal yang merupakan kode lokasi dimana NIK diterbitkan. Hal ini menjadi rancu antara tempat lahir atau tempat diterbitkannya NIK.

Di website Kemendagridiberikan contoh sebagai berikut, “Sebagai contoh, misalkan seorang perempuan lahir di Kota Bandung tanggal 17 Agustus 1990 maka NIK-nya adalah: 10 50 24 570890 0001. Apabila ada orang lain (perempuan) dengan domisili dan tanggal lahir yang sama mendaftar, maka NIK-nya adalah 1050 24 570890 0002.”

Dari contoh ini kita dapat menyimpulkan bahwa 6 digit kode awal adalah kode tempat lahir. Jika merujuk kepada penjelasan sebelumnya di website tersebut, 6 digit awal tergantung di mana orang tersebut berdomisili pada saat NIK diterbitkan. Pada contoh tadi perempuan tersebut belum tentu akan tetap tinggal di tempat kelahirannya.

Jika 6 digit awal tersebut adalah kode untuk domisili, bagaimana kalau orang tersebut pindah kota atau provinsi, misal dari Jakarta Pusat kode 01 60 ke kabupaten Jayapura di Papua kode 25 01, 6 digit kode awal menjadi tidak relevan lagi dan memungkinkan untuk membuat kebingungan dalam administrasi. Padahal Pemerintah sudah menyatakan NIK tidak berubah meski domisili berpindah (2).

Janto Marzuki yang berpengalaman puluhan tahun menjadi database designer perusahaan raksasa Ericsson dan kini telah menetap di Swedia mengungkapkan bahwa konstruksi dari NIK dengan segala kelemahan di atas jika dilihat dari sudut database design menjadikan NIK tidak efektif.

e-KTP Seumur Hidup, Bisakah?

Departmen Dalam Negeri mengusulkan bahwa e-KTP belaku seumur hidup. Untuk menilai apakah e-KTP dapat digunakan seumur hidup, mari kita lihat keterangan yang tertera di dalamnya: nama, tempat tanggal lahir, alamat, status pernikahan, agama, pekerjaan.

Keempat data terakhir adalah data yang dapat berubah-rubah terutama alamat serta pekerjaan. Jika e-KTP berlaku seumur hidup, seseorang akan dapat berstatus mahasiswa abadi.

Terlepas dari kendala dan kekurangan di atas, jika sistem NIK ini telah berjalan akan banyak sekali keuntungannya dari sistem administrasi yang lebih efisien hingga peningkatan kesehatan masyarakat jika NIK diintegrasikan dengan berbagai database kesehatan.

Tidak semua negara maju mengaplikasikan sistem single identity number ini. Jika ingin melihat bagaimana sistem ini, kita perlu menengok negara-negara Skandinavia yang lebih dari 60 tahun lalu telah mengaplikasikan sistem ini yang lebih dikenal dengan istilah Personal Identity Number (PIN).

PIN di Swedia

PIN di Swedia laksana nomor keramat karena di semua sistem administrasi pasti digunakan. Bahkan untuk menyewa DVD, buku atau berlangganan telepon diperlukan nomor ini. PIN atau personnummer (dalam bahasa Swedia) mulai diperkenalkan pada 1947 kemudian pada 1967 disempurnakan.

PIN ini terdiri dari 10 angka (lebih mudah diingat dibandingkan NIK) yang terdiri dari tiga bagian, tanggal lahir (4 digit, tahun, bulan, tanggal), nomor urut lahir (3 digit) dan 1 digit untuk pengecekan.

Contoh seorang laki-laki yang lahir pada 23 Agustus 1964 memiliki PIN: 640823-3234. Angka 323 adalah nomor urut lahir (untuk laki laki digit terakhir ganjil dalam contoh ini 3) dan digit terakhir adalah checking digit untuk mengetes kebenaran PIN tersebut. Setiap orang yang lahir di Swedia dan pendatang yang akan tinggal lebih dari satu tahun akan mendapatkan PIN (3).

PIN Swedia pada awalnya dikelola oleh Pemda, namun mulai tahun 1991 dikelola oleh Skatteverket (kantor pajak nasional). PIN ini digunakan luas sebagai kode identitas tidak hanya dalam catatan kependudukan, tapi juga untuk sistem perpajakan, perbankan, asuransi, kesehatan, SIM, paspor dan pendidikan.

Setiap orang yang memiliki PIN maka akan ditanggung oleh asuransi nasional serta mendapatkan pendidikan gratis.

PIN ini menjadi key number (nomor kunci) yang menghubungkan antara berbagai data nasional. Di bidang kesehatan, PIN menghubungkan berbagai catatan/database (register data) antara lain catatan pasien, kanker, kecelakaan, kematian, pemberian resep obat, dan masih banyak lagi. Dengan adanya sistem ini, kita dengan mudah dapat mengikuti pasien serta catatan medis mereka.

Data yang ada dalam sistem ini laksana harta karun bagi para peneliti di seluruh dunia, karena tanpa perlu membuat percobaan atau kajian lapangan lagi, sesungguhnya Swedia ibarat laboratarium besar yang dapat langsung dianalisa datanya.

Sebagai contoh, jika ada seorang terdiagnosa terkena kanker paru paru, kita bisa melacak medical recordnya, untuk mengetahui perkiraan penyebabnya, baik itu gaya hidup, lokasi tempat tinggal (dengan menautkannya pada catatan kependudukan), pekerjaan (data kementerian pekerjaan), dan sebagainya.

Bahkan kita bisa merunutnya dengan riwayat dari orangtua atau saudaranya yang mungkin dapat menjelaskan penyakit tersebut diturunkan. Masih banyak lagi tentunya keuntungan dari PIN ini.

Di bidang perbankan, setiap kita membuka rekening, kita diharuskan memiliki PIN, sehingga dengan mudah kita bisa mengetahui jika ada seorang oknum parlemen atau pemerintah memiliki rekening gendut.

Hal ini akan mengurangi tindak kejahatan perbankan. Tapi untuk penerapan di Indonesia mungkin perlu ada desakan dari masyarakat dalam implementasinya. Bagaimana kalau ada data yang berubah?

Kartu identitas ID Card di Swedia, hanya berisikan data-data yang jarang/ tidak berubah seperti nama, tempat dan tanggal lahir serta tanggal berlaku. Alamat tidak disertakan karena atribut yang satu ini paling mungkin berubah.

Lalu bagaimana kalau data-data lain diperlukan, seperti jumlah anggota keluarga (Kartu Keluarga), domisili dan perkejaan? Informasi tersebut dengan mudah dapat kita peroleh dengan langsung mendatangi kantor pajak atau online dalam bentuk printout yang dikenal dengan istilah Personbevis (Surat Keterangan Diri).

Personbevis berisi keterangan lengkap kita atau pun sekeluarga, seperti Kartu Keluarga. Personbevis berlaku hanya 3 bulan karena informasi di dalamnya bisa berubah-rubah (seperti alamat).

Tapi jangan takut, kita bisa memintanya lagi. Dengan system seperti ini ID card dapat berlaku lebih lama, sedangkan untuk data yang berubah-rubah kita bisa menggunakan Personbevis.

Negara-negara Skandinavia Lainnya

Negara-negara tetangga Swedia juga memiliki sistem sangat mirip dan diterapkan di waktu yang hampir bersamaan (tahun 1960an), sehingga menjadi rujukan internasional oleh PBB (4).

Sistemnya hampir sama di mana 6 digit awal adalah kode tanggal lahir dan 4 digit (Denmark) atau 5 digit (Finland, Norwegia) terakhir adalah kode lainnya (nomor urut dan kode kontrol).

Dengan berlimpahnya data dari berbagai macam database kesehatan yang terkoneksi dengan PIN tersebut, negara Skandinavia mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan penduduknya.

Sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa pasien kanker akan memiliki peluang hidup lebih lama jika kemoterapi diterapkan semenjak diagnose kanker dibandingkan jika kemoterapi diberikan setelah pesien tersebut berada pada stage kanker tertentu.

Study lainnya di bidang psikologi masih di Denmark, mengungkapkan bahwa faktor lingkungan seperti infeksi virus sebelum kelahiran serta musim pada saat kelahiran memengaruhi perkembangan penyakit Schizophrenia dan Bipolar Disorder (5).

Berdasarkan data register kembar (Twin Register) Swedia, bayi dengan berat rendah saat lahir lebih rentan terhadap penyakit asma, sedangkan bayi dengan berat lebih besar berada pada risiko eksim pada masa anak-anak (6).

Masih banyak lagi hasil temuan yang semuanya menggunakan database yang terkoneksi dengan PIN ini.

Semoga dengan adanya NIK ini Indonesia ke depan mampu meningkatkan dan meratakan kesejahteraan rakyatnya. Masih panjang perjalanan penyempurnaan system e-KTP ini. Kita masyarakat diharapkan mampu memantau implementasi program yang sangat bermanfaat ini.

Terimakasih kepada Janto Marzuki atas diskusi-diskusinya mengenai e-KTP ini.

Keterangan Penulis:
Penulis adalah warga negara Indonesia tinggal di Stockholm, Swedia. Penulis dapat dihubungi di hafidztio@yahoo.com

Sumber detikNews

Sunday, September 30, 2012

Istilah Silsilah Keluarga dalam Jawa

grepak senthe
^
gantung siwur
^
udheg-udheg
^
wareng
^
canggah
^
buyut
^
embah
^
bapak-ibu
anak
v
putu
v
buyut
v
canggah
v
wareng
v
udheg-udheg
v
gantung siwur
v
grepak senthe

Thursday, September 27, 2012

Duwet

Ah tadi sore inget "duwet". Jadi pengen makan buah satu itu. Tapi jaman sekarang sepertinya susah nyarinya. Dulu sewaktu aku masih kecil, itu buah banyak sekali(mudah) aku dapatkan. Bersama teman-teman sepermainan mencari buah duwet di kebun belakang tetangga. Beramai-ramai memungut buah duwet yang jatuh. Ada yang manjat pohonnya, ada yang "mbalang" dengan kayu tepat mengenai tangkainya, sehingga buahnya berjatuhan.

Setelah dapat, ada yang langsung dimakan, ada juga yang dikasih "uyah". Dicampur-campur gitu. Setelah makan banyak, mulutnya pun berubah warna menjadi kebiru-biruan.

Duh enak sekali. Menyenangkan bila kuingat masa-masa kecil dulu.


-oo0oo-
Duwet (Eugenia cumini Merr)
a. Klasifikasi Tanaman
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Mirtales
Familia : Mirtaceae
Genus : Eugenia
Spesies : Eugenia cumini Merr.

(Hutapea, J.R, et al., 1994)

b. Nama Daerah
Tanaman Eugenia cumini Merr. memiliki beberapa nama daerah yaitu Jambe kleng (Aceh), Jambe kling (Gayo), Jambu kalang (Minangkabau), Jambelang (Melayu), Jamblang (Sunda), Duwet (Jawa), Juwet (Jakarta).

c. Morfologi
Duwet atau sering disebut dengan jamblang (Eugenia cumini atau Syzgium cumini) termasuk buah-buahan yang langka. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Di Indonesia, tumbuhan ini bisa hidup dengan subur. Banyak orang suka dengan daging buahnya yang putih kemerah-merahan serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu kehitaman. Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya. Hampir seluruh bagian tanaman duwet mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

d. Khasiat dan Kandungan Kimia
Buah Eugenia cumini berkhasiat sebagai obat diare, obat sakit gula dan obta nyeri ginjal. Untuk obat diare dipakai ± 100 g buah matang Eugenia cumini, dicuci dan dimakan langsung. Pada buahnya terkandung zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glikosida. Pada bijinya terdapat zat tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat antikholestemik. Sementara itu, pada kulit pohonnya terdapat zat samak (tanin). Dan pada kulit buahnya terdapat antosianin penyebab warna ungu.

Source http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia-tanaman-anti-kanker/d/duwet
Link terkait Jamblang (Duwet)

Makna lirik Sluku-Sluku Bathok

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Pak jenthit lolo lo bah
Yen mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit


Seorang guru saya memberikan pencerahan siang itu. Pak Nunuk namanya. Hidup – katanya – tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja. Waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi seimbang.


Lagu jaman Wali Songo menuturkan:

Sluku-sluku bathok, bathok (kepala) kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuannya. Kalo diforsir terus bisa aus, stress, hang, macet daya pikirnya.

Bathoke ela-elo, dengan cara berdzikir (ela-elo = Laa Ilaaha Ilallah), mengingat Allah akan mengendurkan syaraf neuron di otak. Lalu Si Rama menyang Solo, siram (mandilah, bersuci) menyang (menuju) Solo (Sholat). Lalu bersuci dan dirikanlah sholat. Saya ingat ada kutipan berbunyi: Jadikanlah sholat itu istirahatmu. Lalu apa fadhilah sholat?

Oleh-olehe payung mutho, yang sholat akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah, Tuhan kita. Kalo Allah sudah melindungi, tak ada satupun di dunia ini yang kuasa menyakiti kita. tak satupun.


Pak jenthit lolo lo bah, kematian itu datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.

Yen obah medeni bocah. Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharat-nya akan lebih besar.

Yen urip goleko dhuwit. Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat masih hidup. Pengin kaya, pengin membantu orang lain, pengin membahagiakan orang tua: sekaranglah saatnya. Ketika uang dan harta benda masih bisa menyumbang bagi tegaknya agama Allah. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup.

Link terkait :
1. http://mybothsides.blogspot.com
2. http://prabu.wordpress.com
3. http://jv.wikipedia.org/wiki/Sluku_Sluku_Bathok