Showing posts with label Diari Kecil. Show all posts
Showing posts with label Diari Kecil. Show all posts

Tuesday, February 10, 2015

Hutan Bromo

Sebulan lalu (baca: Januari 2015) saya pergi jalan-jalan, meski naek motor sih jalan-jalannya, hehehe.. Bareng kawan kental saya, Nur Cholis. Tepatnya kami mampir di hutan lindung Bromo yang berlokasi di sebelah utara waduk Delingan Karanganyar.

Hutan lindung ini termasuk sepi acara. Tak seperti dahulu yang sering digunakan buat acara pendidikan anak-anak, pengenalan hutan dan ragam jenis pohon yang tumbuh di dalamnya. Utamanya pohon karet yang disadap getahnya.

Dulu saya pernah di sana meski sebentar. Dalam acara napak tilas perjuangan Joko Songo, sewaktu saya kelas 1 MAN. Entah lupa format acara apa yang dibahas dulu. Mampir di sebuah petilasan, kemudian lanjut perjalanan.

Hutan Bromo kini seakan tak terawat. Pintu masuknya, gapuranya mretheli kayu-kayunya. Di dalam pun jalannya masih berantakan. Berbatu tak rata. Hati-hati buat sepeda motor dan pejalan kaki. Batu-batunya lumayan tajam. Euh!

Monday, October 6, 2014

Cawan Kosong

Bli, bawakan aku arak yang bagus. Aku sudah tak tahan rasa haus hidup ini. Bolehkah aku mati dalam mabuk ini. Dan kekacauan yang menimpa ini harus kusudahi.

Selelahnya

Setelah hujan abu menutupi permukaan hati, mereka menenggelamkan terjauh. Aku terjungkal ke dalam yang gelap. Semacam jurang niscaya yang harus dilalui. Atau memang itu adalah tempatku segalanya. Aku memang sedang buruk. Dan tiada berakhir.

Wednesday, May 21, 2014

"Psssstt... Jangan Bilang Siapa-siapa"

Sebuah film pendek tentang secuil perilaku korupsi atau mark up harga buku oleh guru dan siswa.

Seperti inikah gambarannya?

Lihat videonya di sini.

Ditilang Polisi

Dulu pernah ketilang ama polisi. Ketika mo nyari sarapan ama temen. Gara-gara tak pakai helm satu orang. Ada beberapa polisi yang stand by di samping mobil patroli.

Kupikir polisi dalam video ini rakus, ternyata tidak.. Andai waktu ketilang waktu itu polisinya kek begini..

Friday, February 21, 2014

Kehilangan Sahabat Blogger

Multiply adalah sebuah media blogging yang sempurna menurutku. Menggabungkan sosmec dan blog. Antara privat dan publik seimbang. Fitur yang lengkap semakin membuat diriku bergairah untuk blogging di Multiply (MP).

* * *
Sedih rasanya kehilangan seorang sahabat. Pun sahabat blogger meski belum pernah sekalipun bersua bertatap muka (dan hati).

Kabar sedih ini datang dari status Facebook-nya Mbak Ari Wijaya, yaitu kabar kepulangan Bundel, Julie atau Jandra. Dulu semasa ngempi (istilah ngeblog di MP) aku sering melongok dan membaca tulisan-tulisan beliau. Tulisannya rapi dan terawat layaknya kebun hijau di belakang rumah yang meneduhkan suasana di siang terik. Sering kali kutulis komentar di kolom komentarnya. Dan respon beliau memang tenang, kalem, dan adem.

Aku menyebutnya Bunda. Ya, begitulah. Aku pikir beliau orang yang tabah dan sabar. Dengan foto profil di MP dengan senyumnya yang mengambang. Bergincu merah dan berhijab. Aku membayangkan keteduhan dan keramahan bila di sampingnya.

Hingga MP tutup, beliau ternyata masih setia menulis kisah hidupnya di blogspot (http://bundel-jandra22.blogspot.com). Sangat disarankan berkunjung ke blognya dan membaca curahan hatinya. :)

Sayang sekali, Allah SWT memanggil terlebih dulu sebelum aku bertemu dengan beliau, Bunda yang sabar dan tabah.

Innalillahi wa inna illaihi rajiun... :(

Foto diambil dari FB Mbak Ari Wijaya
Semoga segala amal dibundeli dalam rahmat-Nya. Mendapat tempat yang teduh seperti taman-taman hijau yang menyejukkan. Aamiin..

Link serupa:
https://www.facebook.com/groups/101192023282970/permalink/618989738169860/
https://www.facebook.com/notes/teman-multiply/mp-5-tahun-yang-lalu/619010761501091

http://bundel-jandra22.blogspot.com/2014/02/serenada-dalam-lembah-biru-179-akhir.html

Foto pemakaman 

Mengantar Bunda Julie
Diangkat
Foto bareng

Sunday, January 26, 2014

ANJANIE dan MIRAJANE

Dalam hidup yang terus bergerak ini, seseorang dituntut untuk selalu bersikap dewasa dan bijak menanggapi suatu permasalahan. Pun diriku yang sudah "cukup umur" untuk melaksanakan perintah Nabi Muhammad SAW. Menikah.

ANJANIE (Antara Jangkauan, Niat dan Ego)
Seseorang yang sudah mapan, dalam artian mapan fisik, keuangan, kedewasaan, dan niat, dituntut untuk segera melaksakan perintah tersebut.

MIRAJANE (Mikir Rabi, Jangan Neko-neko)
Arti dalam bahasa Indonesia; Mikir nikah, jangan macam-macam. Seringnya, bila kita salah pergaulan, kita akan terjebak dalam lingkungan itu. Menjadikan kita ikut-ikutan. Bila iman lemah, niscaya kita akan tergoda untuk "jajan" atau seks bebas, ketimbang melakukan pernikahan alias tidak serius. Pikirkan masa depan. Menuruti hawa nafsu dan ego hanya akan membuat diri kita lemah dan merugi dalam banyak hal.

Hm, rasanya tepat sekali otak-atik gatuk kedua nick tersebut.

Selamat siang, Para Perawan! #eh

Saturday, August 24, 2013

Tak Ingin Berakhir

Aku hanya tidak ingin masa-masa indah sebelum dewasa atau pembebanan hidup ini berakhir. Aku hanya merasa, terpukul dan kaget. waktu berlalu kian cepat mengurai nasib. Sejatinya memang masa kecilku kurang bahagia. Ingin rasanya..

Aku hanya tidak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. Memikul beban masa dewasa. Aku belum siap! Aku ingin kembali seperti masa-masa bermain. Adakah penyihir yang mengembalikan waktu? Rasanya ingin..

Bagaimana harus merelakan kepergian. Manakala kedatangan yang tak bersambut hangat. Namun salah asuh atau tempat yang menjadikanku begini linglung. Sepertinya dunia tidak adil, atau..?

Sungguh aku merasa waktu bermain-mainku masih panjang. Aku tidak ingin wajah tua dan berat. Memori otak bahagia sedikit. Tapi, waktu terus berkejaran dengan usia. Memaksa, ya memaksaku untuk melakoni babak hidup yang aku belum siap. Duh!

Oh, Tuhan..

Surakarta, Agustus 2013

Friday, July 12, 2013

Pagi yang Gatal

Hari ini tanganku gatal dan berbintik akibat tidur di karpet yang sudah lama tidak dicuci dan dibersihkan. Sudah barang tentu kuman, bakteri dan makhluk kecil gatal berkembang di karpet itu. Sekujur tangan kananku terutama di atas telapak tangan, tangan kiri, kaki dan bagian dalam juga ga luput dari serangan gatal. Gatalnya sih ga seberapa, cuman bintiknya itu lo yang membekas. Kayak orang kena cacar air.

Hari ini juga, ada kejadian aneh terjadi. Seorang lelaki masuk ke dalam warnet. Melihat-lihat ruangan. Perawakannya tambun, chinese, berkulit putih, kaos hijau terang dan bercelana pendek longgar. Ada segumpal gunduk di punggungnya. 

"Sendirian?" tanyanya gagap. Ia bicara kurang lancar. Kucuekin sejenak. Lantas kubalas. Ia mendekat dan melihat tanganku yang berbintik. Lalu dia menyuruhku ke kamar mandi yang tak jauh dari bilik. Disuruhnya aku masuk. Namun aku serta-merta menolaknya. Dia berpikir mau mengobati atau mengurangi rasa sakit gatalku.

Kejadian menggelikan terjadi. Kedua tanganku disuruhnya kebelakang layaknya orang mau diborgol. Dan aku manut saja. Kemudian dia membuka satu kancing bajuku. Oh, dia mengelus putingku sebelah kanan. Hmm.. Dia sepertinya mau berkata, "Gimana rasa gatalnya? Udah baikan?" Lalu dia mengulangi satu kali lagi.

Lantas aku rasa ada yang tak beres dengan orang ini yang memang sedari awal aku selalu waspada terhadap segala kemungkinan. Awalnya aku tidak berpikiran neko-neko, karena yang ku tahu dia orang deket sini. Rumahnya di belakang warnet. Kata bapak yang jualan makanan di depan warnet dia emang begitu. Suka laki-laki, terlebih pada yang muda. Haduh!

Lantas aku keluar ruangan, dan dia juga ikut. Aku hentakkan kaki kanan dengan keras ke lantai. Berharap ia takut kalau-kalau amarahku sudah keluar. :D (Berasa kek di pilem-pilem silat itu; pake jurus-jurus tendangan angin bla bla.. :p)

Kata bapak penjual makanan tadi, lelaki aneh itu anak orang kaya. Tapi sikapnya ya kayak gitu, suka ama laki-laki muda. Setiap dia datang ke tempat bapak penjual makanan tadi, bapak penjual itu mengelus bagian belakang pundaknya yang tumbuh; lalu lelaki aneh itu menangis; seperti teringat ayahnya, kata bapak penjual makanan itu. 

End.

Surakarta, 13 Juli 2013

Di suatu pagi yang gatal.

Tuesday, June 11, 2013

Berharap Pertolongan dan Hikmah Kejadian

Aku mempercayai setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Allah swt selalu saja mengatur dan merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan sering kali aku tidak berpikir sejauh rencana-Nya.

Dua kali kejadian dengan Si Biru "Shogun"
Pertama, ditabrak orang lantaran ia mau menyalib pengendera di depannya, bulan kemarin. Sementara ia kehabisan ruang untuk menyalibnya. Al hasil, aku yang posisi berlawanan "disenggolnya". Tidak jatuh. Aku masih bisa melaju, begitu pula yang nabrak. Tahu-tahu jari kelingkingku berdarah. Tidak ngucur. Hanya darah kental keluar. Persneling bengkok 180 derajat! Untungnya tidak luka serius dan si Biru masih bisa jalan ke tempat kerja. Kedua, kemarin sore (Senin, 10 Juni 2013) sedang menuju ke tempat kerja juga, gantian si Biru yang menabrak. Ia sukses menabrak bagian belakang sebuah mobil mahal berwarna putih. Lalu aku pelan menuju ke pintu mobil itu. Mas pengendara mobil itu lantas menyuruhku menepi. Aku mengikuti.

"Mas, tadi kenapa berhenti mendadak?" tanyaku.
"Itu si mbak mau belok ga nyalain lampu sign."
"Ini slebor-ku malah yang sobek," ujarku.
"Gapapa ni mas. Ga ada yang bengkok," ujarku.
"Gapapa mas. Nanti bisa saya tambal," lalu dia menjulurkan tangan kepadaku. "Hati-hati ya mas," ucapnya.

Aku tak sempat ngerem. Tepat di belakang mobil butuh 3-5 detik untuk bereaksi. Meski mengendarai pelan.

Dua kejadian lagi dengan berharap hikmah-Nya
Pertama, beberapa bulan yang lalu dengan "Supra" kehabisan bensin di suatu malam. Okelah, pasti ada hikmah. Aku jarang olahraga jalan kaki. Maka kuputuskan menuntun si Supra sampai dapet penjual bensin. Aku menuju penambal ban di pinggir jalan. "Maaf mas, tidak jual bensin!" Di depan ada tulisan "TIDAK JUAL BENSIN" Duh! Masih aja aku mendatanginya (kali aja :-D). Beberapa saat kemudian ada seorang pengendara motor menawarinya nyurung motorku. Dia mengendarai motor sama seorang perempuan. Ceweknya mungkin? Dia menyorongkan kaki si Supra agar berjalan. Sampailah di SPBU. "Makasih banyak mas". Kedua, tadi pagi (Selasa, 11 Juni 2013) giliran si Biru kehabisan tenaga (baca: bensin). Lokasinya persis dengan si Supra kehabisan bensin. Sembari berharap hikmah, kutuntun si Biru ke SPBU. Karena aku yakin, ga ada yang jual bensin sepagi ini (setengah empat pagi). Do'aku terkabulkan. Di tempat beberapa meter dari si Supra mendapat pertolongan (barat perempatan Papahan), ada seorang pengendara motor yang menawariku bantuan ke SPBU terdekat. Dengan berpegangan tangan kanannya, aku dan si Biru melaju ke SPBU Jaten. "Makasih banyak pak!"

Entah mengapa Allah swt selalu mendengarkan kata dan do'a yang kugumamkan. Semoga Allah swt selalu mendengarkan dengan baik hatiku.

Ya, Allah.. bersihkanlah hatiku dari sifat kotor dan sombong"

Solo, Selasa 11 Juni 2013

Wednesday, November 14, 2012

Detergen Berasa Energen

Kalo sudah patah hati dan semangat, Detergen berasa Energen..

Hayoo...


Jakal KM 14 Jogja,  1 Nopember 2012

Silaturahmi di Dunia Maya

Kalo di dunia maya silaturahmi lebih mudah. Ngomentari sana-sini. Nge-Like sana-sini. Tapi kalo di real bisa ga yah seperti itu terjalin dengan bertegur sapa, ngirim beras, gula, kopi, teh atau bahan sembako lainnya? :D
 
Jakal KM 14 Jogja,  3 Nopember 2012

Thursday, November 8, 2012

Sejarah Singkat Blog Puisi, Serampaikata

  • Riwis Sadati
    Oke, mulai ya tanya-tanyanya ko.
    1. kenapa memilih nama Serampaikata sebagai nama blog? adakah cerita dibalik itu?
  • Zday Abiyasa
    iya, awalnya dulu coba2 belajar ngeblog. tapi tercetus ide buat posting puisipuisi yg kutulis manual di buku tulis. nama serampai kata sendiri biar mudah diinget
  • Riwis Sadati
    2. kapan pertamakali kamu ngeblog? itu diajari atau belajar sendiri? trus Serampaikata sendiri kamu luncurin kapan?
  • Zday Abiyasa
    agustus-oktober 2007. semasa sekolah suka ngenet sehabis pulang skolah. kebetulan sehbs lulus diajak suruh jaga warnet, dari situ akhirnya bikin blog. belajar scara otodidak. browsing2 ke blog orang, Serampaikata sendiri aku pake sejak juli 2008.
  • Riwis Sadati
    3. sebenarnya apa sih yang kamu cari dari ngeblog dengan Serampaikata?
  • Zday Abiyasa
    pengen nuangin ide aja, sekaligus menampung puisi atau karya sastra baik karya sendiri maupun orang lain yang saya kira anggap penting untuk didokumentasikan. setidaknya berguna untuk orang lain yang ingin belajar sastra.
  • Riwis Sadati
    4 Kenapa memilih menggunakan blogspot? Adakah keinginan mengganti dengan yang berbayar?
  • Zday Abiyasa
    blogspot lebih simpel, mudah digunakan. sejauh ini sempet kepengen juga sih make yg berbayar tapi ga mau ribet ngurus hostingnya.. hehe.. sementara nyaman yg gratisan.. i love gratis :D
    i love gratisan
    blogspot mudah bagi para pemula kalo dibandingkan multiply, wordpress dan lainnya
  • Riwis Sadati
    5. Berapa lama sih waktu yang kamu perlukan untuk ngeblog? Kamu ngeblog di Serampaikata leternya tiap apa?
  • Zday Abiyasa
    ga pasti. terkadang kalo lagi mood baik bikin puisi, langsung ku posting. kalo lagi ol selalu log in blogspot. cari artikel terkait hoby/sastra, info lomba sasrta, even maupun info2 update terkini. sekarang sih bisa tiap hari posting, mumpung jadi OP gitu. seringkali temen2 bikin puisi, lalu kubalas, lanjutlah menjadi battle.
  • Riwis Sadati
    berarti cara-cara dapatin ide posting ni gak cuma dari inspirasi aja ya
    tentang battle, sering gak sih dapat tantangan battle? kira2 posting battle kamu banyak ga? serunya apa sih battle itu... kan jarang nih orang battle puisi
    ceritain dong dong
  • Zday Abiyasa
    iya betul. seringkali kalo kita lagi ga ada insipirasi kita jadi mentok. seperti kata djenar maesa ayu, bahwa inspirasi tidak bisa dicari, tetapi inspirasi itu sendiri yg menhampiri.
  • Riwis Sadati
    soal battle soal battlenya
  • Zday Abiyasa
    untuk battle sendiri, ini bermula dari keisenganku waktu dulu awal2 ngeblog. suka banget bales puisi temen. hingga akhirnya dapet temen baru.
    sik ada user :D
  • Riwis Sadati
    terakhir ya, 7 Usia berapa? Tinggal di mana? Kerja di mana? Nama Lengkapnya?
  • Zday Abiyasa
    battle poetry sangat menguntungkan. kita dapet melepas beban yang ada dikepala. selain itu kita dapet ide baru lagi, jadi dapet memperkaya khazanah perbendaharaan kata yang kita punyai. kebetulan battle poetry sendiri jarang sekali penyair atau orang ber battle puisi. aku ingin melestarikan atau mungkin menarik minat bagi penyair baru
  • Zday Abiyasa
    usia baru 15 tahun (10 tahun yang lalu hehe) sekarang domisili di jalan kaliurang km 14 sembari kerja jadi OP net. Nama pena aja ea, Ekohm Abiyasa.
  • Riwis Sadati
    okeeeeeey... hohohoho... terimakasih ya :D
  • Zday Abiyasa
    eh, mo di publish dmn emang
  • Riwis Sadati
    nanti aku kasih link ulasan blognya, ini ulasan singkat lho ya ...sangat singkat nanti jadinya
    di beritagar.com di aplikasi android sih, ntar aku kasih linknya :D
  • 31 Oktober
 Sumber chat facebook